Menghidupkan Foto Diam dengan Cartoon Animator

 Post 27

Untuk Pengguna Reallusion - Cartoon Animator

Kadang menarik juga melihat bagaimana sebuah software mencoba “menghidupkan” sesuatu yang sebenarnya diam.

Beberapa waktu lalu saya kembali membuka Cartoon Animator setelah cukup lama tidak menggunakan program ini. Dan seperti dulu, bagian yang masih terasa menarik sampai sekarang adalah momen ketika sebuah gambar mulai bergerak mengikuti suara.

Awalnya memang terlihat sederhana.

Masukkan gambar, atur wajah, lalu sinkronkan audio.

Selesai.

Namun setelah diperhatikan lagi, ternyata ada cukup banyak hal kecil yang menentukan apakah hasil akhirnya terasa realistis… atau justru terasa aneh.

Untuk percobaan kali ini saya menggunakan:

  • gambar wajah objek

  • gambar utuh untuk latar

  • dan suara dalam format WAV atau MP3

Setelah semua siap, buka Cartoon Animator lalu buat karakter baru melalui menu Create Character.

Di tahap awal ini sebenarnya sudah mulai terlihat apakah gambar cocok digunakan atau tidak.

Foto dengan posisi wajah terlalu miring biasanya membuat gerakan bibir terlihat agak aneh ketika berbicara. Sedangkan posisi wajah yang lebih lurus umumnya lebih mudah dibaca oleh software.

Selanjutnya buka Face Editor lalu pilih:
Create Head > Create Morph-based Head

Program akan mulai membaca bentuk wajah dari gambar yang dimasukkan.

Bagian ini menurut saya cukup menarik karena sebenarnya software sedang mencoba “menebak” struktur wajah manusia hanya dari satu gambar diam.

Kadang hasil awalnya terlihat aneh ketika diam, tetapi setelah mulai berbicara justru terasa lebih hidup.

Berikutnya atur titik mata dan bibir sesuai posisi wajah objek.

Walaupun terlihat sederhana, bagian ini cukup menentukan hasil akhirnya.

Kalau posisi bibir terlalu lebar atau terlalu sempit, gerakan mulut bisa terlihat tidak natural ketika sinkronisasi suara berjalan.

Begitu juga dengan mata.

Saya baru sadar kalau mata ternyata cukup berpengaruh terhadap kesan realistis. Kadang gerakan bibir sudah sinkron dengan suara, tetapi kalau arah mata terasa kosong, hasilnya langsung terlihat seperti karakter “mati”.

Setelah proses Face Fitting selesai, lanjutkan dengan mengatur orientasi wajah lalu klik OK.

Tunggu beberapa saat sampai proses pemetaan selesai.

Biasanya hasil edit wajah akan muncul berdampingan dengan gambar aslinya.

Di sini kadang terlihat jelas bagaimana software mencoba membentuk ulang area mulut dan mata agar nantinya bisa dianimasikan.

Selanjutnya tambahkan gambar latar belakang atau gambar utuh objek melalui:
Create Media > Background

Sesuaikan ukuran kepala dengan gambar utama.

Ternyata penyesuaian kecil seperti ukuran kepala cukup berpengaruh terhadap hasil akhir. Kalau terlalu besar atau terlalu kecil dibanding tubuh, animasi langsung terasa seperti efek tempelan.

Untuk membuat karakter mulai berbicara, pilih:
Create Script > Wave File

Kemudian masukkan audio WAV atau MP3.

Dengan sendirinya software akan mencoba menyinkronkan suara dengan gerakan bibir.

Di bagian ini kualitas audio juga cukup berpengaruh.

Audio yang terlalu pecah atau memiliki noise kadang membuat gerakan bibir terasa kurang stabil. Sebaliknya, suara yang lebih bersih biasanya menghasilkan sinkronisasi yang lebih meyakinkan.

Setelah semuanya terasa pas, atur durasi animasi menggunakan penanda merah di bawah seekbar.

Terakhir, ekspor hasil melalui panel Render Settings.

Walaupun sekarang sudah banyak teknologi otomatis untuk membuat gambar berbicara, menurut saya proses seperti ini masih tetap menarik untuk dicoba. Bukan hanya karena hasil akhirnya, tetapi karena kita bisa melihat bagaimana sebuah program mencoba memberi ilusi “kehidupan” pada gambar yang sebenarnya diam.

Dan mungkin itu juga alasan kenapa kadang hasilnya terasa realistis… dan kadang sedikit menyeramkan juga.

Oke kawan-kawan? Sampurasun!

Comments

Popular Posts

Optical Flares Burek dan Membuatnya Transparan

Background Video di Cartoon Animator

VST Plugin MT Power Drum Kit 2