MT Power Drum Kit 2 Baik untuk VST Drum
Post 29
Untuk Pengguna DAW
Untuk pengguna DAW (Digital Audio Workstation), plugin drum virtual seperti MT Power Drum Kit 2 menurut saya masih termasuk salah satu yang menarik untuk dicoba.
Terutama buat yang suka:
* membuat lagu
* aransemen
* mixing
* recording
* atau sekadar bermain-main dengan MIDI
Walaupun gratis, suara drum dari plugin ini menurut saya cukup realistis untuk kebutuhan:
* pop
* rock
* bahkan metal ringan
Dan mungkin itu juga alasan kenapa plugin ini masih cukup sering dipakai sampai sekarang.
Mengunduh dan Menempatkan Plugin
Plugin bisa diunduh langsung melalui situs resminya:
[MT Power Drum Kit 2](https://www.powerdrumkit.com/)
Biasanya file hasil unduhan sudah dalam format WinRAR.
Menariknya, plugin ini tidak selalu membutuhkan proses install seperti software biasa. Kadang cukup menyalin file:
* MT-PowerDrumKit
* MT-PowerDrumKit-Content
Lalu tempel ke:
C:\Program Files\Common Files\VST3
Di titik ini saya mulai sadar kalau dunia plugin audio sebenarnya cukup unik. Kadang satu plugin tinggal dipindah folder langsung terbaca. Kadang juga terlihat sederhana… tetapi ternyata DAW tidak mendeteksinya sama sekali.
Ketika Folder VST3 Tidak Ada
Beberapa software lama atau DAW tertentu kadang belum otomatis membuat folder VST3.
Tetapi biasanya itu bukan masalah besar.
Kita bisa membuat folder baru bernama:
* VST3
di lokasi yang sama lalu menaruh file plugin di sana.
Hal seperti ini sebenarnya cukup menarik karena standar VST terus berubah dari waktu ke waktu.
Dulu kebanyakan orang lebih familiar dengan:
* VstPlugins
* VST 2
Sedangkan sekarang VST3 mulai lebih umum digunakan.
Dan lucunya, banyak plugin lama justru masih tetap dipakai karena karakter suaranya.
Ketika Plugin Tidak Terbaca
Saya pernah menemukan kasus seperti ini di Avid Sibelius Ultimate.
Plugin VST3 tidak terbaca karena software hanya mendukung VST2.
Awalnya terlihat seperti plugin rusak, tetapi ternyata hanya masalah kompatibilitas format.
Untuk mengatasinya, saya mencoba menggunakan converter VST3 ke VST2.
Setelah dikonversi, plugin akhirnya bisa terbaca dengan normal.
Di sini saya mulai sadar kalau dalam dunia audio digital, kadang masalah bukan berasal dari suara atau plugin itu sendiri, tetapi dari “bahasa” yang digunakan antar software.
Menggunakan MT Power Drum Kit di Sonar Platinum
Untuk DAW saya sendiri masih menggunakan:
Cakewalk Sonar Platinum
Software ini sebenarnya sudah cukup lama, tetapi menurut saya masih nyaman dipakai sampai sekarang.
Sekarang pengembangannya diteruskan menjadi:
[Cakewalk by BandLab](https://www.bandlab.com/products/cakewalk/)
Dan tampilannya masih terasa cukup familiar bagi pengguna Sonar lama.
Tentu saja plugin ini juga bisa digunakan di:
* FL Studio
* Ableton Live
* Reaper
* Studio One
* dan DAW lainnya
Karena sebagian besar sudah mendukung VST3.
Saya sendiri kebetulan tetap memakai Sonar Platinum karena sudah terbiasa sejak lama. Kadang workflow yang sudah nyaman justru lebih penting dibanding terus berpindah software.
Memasukkan Drum ke Track MIDI
Untuk penggunaan umum di Sonar:
* pilih track drum
* buka menu Soft Synth
* pilih Drum
* lalu pilih MT Power Drum Kit
Biasanya akan muncul dialog kecil.
Centang:
* Simple Instrument Track
lalu klik OK.
Setelah plugin terbuka, antarmuka MT Power Drum Kit akan muncul.
Kalau ingin mencoba cepat:
cukup tekan tombol:
* Space
dan MIDI langsung mulai diputar.
Menurut saya bagian paling menarik dari virtual drum seperti ini adalah bagaimana notasi MIDI sederhana bisa langsung berubah menjadi suara drum yang terasa cukup hidup.
Padahal sebenarnya yang dimainkan hanya data:
* velocity
* timing
* dan posisi not.
Tetapi ketika suara snare, kick, dan cymbal mulai berjalan bersama, hasilnya bisa terasa seperti drummer sungguhan.
Tentang Drum dan Bass
Dalam banyak aransemen musik, drum dan bass biasanya menjadi dasar penentu:
* ketukan
* tempo
* dan kestabilan permainan instrumen lain
Karena itu saya juga menyertakan bass dalam contoh aransemen.
Kadang justru dari drum dan bass inilah keseluruhan lagu mulai terasa “bergerak”.
Dan menurut saya, ketika mulai memahami hubungan antara MIDI, virtual instrument, dan timing permainan, proses membuat musik digital jadi terasa jauh lebih menarik dibanding sekadar memasukkan not satu per satu.
Sampai di sini dulu, semoga membantu dan menambah inspirasi buat yang sedang bermain-main dengan DAW maupun virtual instrument.
Sampurasun!
Comments
Post a Comment