Mengatasi Tampilan Optical Flares yang “Bersemut” di After Effects
Post 28
Untuk Pengguna Adobe - After Effects
Kasus seperti ini kadang muncul di After Effects CC, termasuk yang saya gunakan. Kemungkinan besar penyebabnya berhubungan dengan GPU yang tidak terpasang.
Menariknya, di versi lama seperti CS6, beberapa plugin memang ada yang tidak berfungsi, tetapi Optical Flares justru bisa berjalan cukup baik. Sedangkan di versi CC, kadang efeknya muncul tetapi tampilan preview-nya terlihat kacau seperti monitor televisi yang kehilangan sinyal.
Walaupun terlihat rusak, sebenarnya efeknya masih bisa diperbaiki.
Membuat Komposisi Baru
Buka After Effects lalu pilih:
Composition > New Composition
Saya biasanya menggunakan ukuran:
* 1280 x 720
Ukuran ini cukup ringan tetapi masih nyaman untuk proses editing dan render.
Klik OK lalu import video melalui:
* Import
* File
Setelah video masuk ke project panel, drag ke timeline.
Geser bagian work area sampai mengikuti panjang video lalu klik kanan:
* Trim Comp to Work Area
Bagian ini sebenarnya cukup membantu supaya area kerja lebih rapi dan render nantinya tidak melebihi durasi yang dibutuhkan.
Membuat Layer Optical Flares
Selanjutnya buat layer solid melalui:
Layer > New > Solid
Warna layer bebas karena nantinya akan dibuat transparan.
Setelah layer muncul, buka:
Effects & Presets
Pilih:
* Video Copilot
* Optical Flares
Lalu drag ke layer solid tadi.
Dan biasanya di titik ini mulai muncul “pemandangan kacau” yang cukup familiar:
preview bersemut, viewer pecah, atau tampilan seperti layar rusak.
Pertama kali melihatnya memang terasa seperti plugin gagal total. Tetapi ternyata masalahnya sering hanya berasal dari pengaturan preview.
Memperbaiki Tampilan Preview Optical Flares
Buka:
Effect Controls > Options
Maka akan muncul jendela Optical Flares Options.
Di sini biasanya tampilan browser preset terlihat kacau dan penuh noise visual.
Masuk ke:
* File
* Preferences
Lalu nonaktifkan semua centang kecuali:
* Show animation in preview window
* Enable GPU rendering
Klik OK.
Menariknya, setelah pengaturan ini diubah biasanya preview utama mulai terlihat normal walaupun beberapa bagian browser preset masih tampak rusak.
Tutup saja jendelanya lalu kembali lagi ke Options.
Di titik ini biasanya seluruh tampilan sudah kembali normal.
Menurut saya bagian ini cukup menarik karena kadang plugin sebenarnya masih bekerja dengan baik, tetapi preview internalnya gagal menampilkan render secara benar.
Jadi masalahnya bukan selalu pada efeknya, melainkan bagaimana plugin mencoba menampilkan preview menggunakan GPU atau mode tertentu.
Menghilangkan Background Hitam
Secara default Optical Flares akan muncul di atas layer hitam.
Untuk membuatnya transparan:
* buka pengaturan Optical Flares
* cari Motion Blur
* ubah:
* On Black
menjadi:
* On Transparent
Setelah diubah, efek cahaya akan menyatu langsung dengan video.
Dan menurut saya di sinilah Optical Flares mulai terasa menarik, karena cahaya tidak lagi terlihat seperti tempelan hitam, tetapi mulai menyatu dengan suasana video.
Menggerakkan Optical Flares
Buka layer:
* Black Solid
* Transform
Aktifkan stopwatch pada:
* Position
Selanjutnya geser seekbar di timeline lalu pindahkan posisi Optical Flares pada monitor preview.
Setiap perpindahan posisi akan membuat keyframe baru secara otomatis.
Bagian ini sebenarnya cukup menyenangkan karena efek cahaya mulai terasa “hidup” mengikuti gerakan video.
Kadang gerakan yang terlalu cepat membuat flare terlihat tidak natural. Sedangkan gerakan kecil dan lebih halus justru sering terlihat lebih realistis.
Render Video
Jika sudah selesai:
* Composition
* Add to Render Queue
Klik:
* Output To
Pilih lokasi penyimpanan hasil render lalu tekan:
* Render
Secara default hasil render After Effects sering menggunakan format AVI yang ukurannya cukup besar. Walaupun begitu, kualitas videonya biasanya masih sangat baik.
Jika diperlukan, hasil video bisa dikonversi lagi ke format MP4 menggunakan editor atau converter lain.
Walaupun sekarang banyak efek cahaya instan tersedia di berbagai editor modern, Optical Flares masih punya karakter visual yang cukup khas.
Dan mungkin itu juga alasan kenapa plugin lama seperti ini masih sering dipakai sampai sekarang.
Oke kawan-kawan, sampai jumpa dan sampurasun!
Comments
Post a Comment