VST Unggulan untuk Sibelius Software
Post 34
Untuk Pengguna Avid - Sibelius
Session Drummer 3 termasuk salah satu VST drum yang sudah cukup lama saya kenal sejak masih menggunakan:
Cakewalk Sonar X3
Sedangkan untuk pengguna Sonar X2 biasanya masih mendapatkan:
* Session Drummer 2
Dalam dunia VST sendiri sebenarnya ada sangat banyak pilihan:
* drum
* bass
* piano
* string
* sampai instrumen eksperimental
dari berbagai perusahaan audio.
Tetapi entah kenapa saya cukup menyukai karakter Session Drummer 3 sampai sekarang.
Session Drummer 3 dan Sibelius
Hal yang cukup menarik adalah:
VST ini ternyata kompatibel juga dengan:
Sibelius
yang saya gunakan untuk menulis notasi musik.
Dan menurut saya di situlah enaknya dunia VST:
kadang satu plugin bisa dipakai lintas software selama format dan kompatibilitasnya sesuai.
Yang saya suka dari Session Drummer 3:
* suara drumnya terasa cukup realistis
* pilihan kit-nya lumayan banyak
* dan penggunaan CPU masih relatif ringan
Terutama untuk project yang cukup banyak track, hal seperti ini terasa penting karena komputer tidak cepat berat ketika playback berjalan.
Tentang VST Lama
Sayangnya, Session Drummer 3 sekarang agak sulit ditemukan secara terpisah dari paket Sonar lama.
Tetapi saya sendiri kebetulan sudah lama memakai Sonar sehingga plugin-nya memang sudah tersedia di folder:
* VstPlugins
Dan mungkin ini salah satu hal menarik dari software lama:
kadang ada plugin bawaan yang justru masih nyaman dipakai walaupun usianya sudah cukup lama.
Menurut saya dalam dunia audio digital, “lama” tidak selalu berarti buruk.
Karena banyak musisi atau editor audio justru tetap mempertahankan plugin lama hanya karena:
* karakter suaranya
* workflow-nya
* atau sekadar sudah terlalu nyaman dipakai.
Tentang Selera Suara
Tentu saja pilihan VST sebenarnya sangat subjektif.
Sekarang sudah banyak:
* drum sampler modern
* library besar
* bahkan instrumen berbasis AI
Tetapi pada akhirnya telinga masing-masing tetap berbeda.
Dan menurut saya itu justru menarik dalam dunia musik digital:
dua orang bisa memakai software berbeda tetapi tetap menghasilkan musik yang sama-sama bagus.
Membuat Drum Tidak Sendirian
Supaya drum tidak terasa sendirian, saya membuat contoh ini dalam konsep:
* comping
* atau accompanying
jadi ada instrumen bass yang ikut berjalan bersama drum.
Karena dalam banyak aransemen, drum dan bass biasanya menjadi fondasi utama untuk:
* tempo
* groove
* dan arah permainan instrumen lain.
Dan ketika dua instrumen ini mulai terasa menyatu, musik biasanya mulai terdengar lebih hidup.
Tentang Oktaf Bass yang Turun
Saya juga menemukan hal menarik ketika memakai:
* Ilya Efimov Fretless Bass
Kadang suara bass dari VST tertentu terdengar turun satu oktaf dibanding notasi normal General MIDI.
Awalnya saya kira ada kesalahan pada notasi.
Tetapi ternyata hanya perbedaan pembacaan suara pada plugin.
Untuk mengatasinya di Sibelius:
* pilih semua notasi bass
* lalu tekan:
* Ctrl + panah atas
Dengan cara ini playback bass kembali terdengar normal walaupun notasinya otomatis naik satu oktaf pada paranada.
Dan menurut saya hal seperti ini cukup umum dalam dunia VST:
kadang masalah bukan pada musiknya, tetapi bagaimana plugin membaca data MIDI.
Tentang MIDI dan Audio
Menariknya lagi, file MIDI sebenarnya hanya berisi:
* data not
* velocity
* tempo
* dan instruksi permainan
Tetapi setelah diproses oleh VST, hasilnya bisa terdengar seperti permainan instrumen sungguhan.
Dan mungkin itu juga alasan kenapa dunia virtual instrument terasa cukup menyenangkan untuk dieksplorasi sampai sekarang.
Menurut saya karakter bunyinya masih enak didengar bahkan untuk ukuran plugin yang sudah cukup lama.
Karena kadang proses belajar musik digital justru lebih mudah dipahami ketika:
* melihat notasinya
* mendengar hasilnya
* lalu mencoba mengubahnya sendiri.
Selamat bersenang-senang dalam mengedit musik dan Sampurasun!
Comments
Post a Comment