Membuat Suara Akhir Seperti Pada Turntable di Audition
Post 35
Untuk Pengguna Adobe - Audition
Kadang ada momen kecil dalam musik yang justru paling terasa diingat.
Salah satunya adalah:
detik-detik terakhir sebelum lagu berhenti.
Terutama pada gaya DJ atau turntable lama, ketika suara musik tiba-tiba:
* melambat
* menekuk
* lalu jatuh perlahan
seakan-akan mesin musiknya sedang kehilangan tenaga secara dramatis.
Dan entah kenapa efek sederhana seperti itu justru terasa punya suasana yang khas.
Efek Turntable yang Dramatis
Saya kadang membayangkan suasana lantai dansa lama.
Musik sudah hampir selesai.
Lampu mulai redup.
Lalu tiba-tiba:
suara lagu menurun cepat dengan efek bend dan pitch yang khas seperti vinyl yang dimatikan mendadak.
Menurut saya justru di situlah letak dramatisnya.
Karena suara tidak berhenti secara “bersih”, tetapi seperti meninggalkan jejak emosi kecil beberapa detik sebelum benar-benar diam.
Dan menariknya, efek seperti ini ternyata bisa dibuat cukup mudah menggunakan:
Adobe Audition
Mendengarkan Perubahan Pitch
Sebelum mulai mengedit, coba dengarkan dulu beberapa contoh perilaku pitch bending pada audio.
Karena walaupun efeknya sederhana, perubahan:
* pitch
* speed
* dan durasi
ternyata bisa menghasilkan suasana yang berbeda-beda.
Ada yang terdengar lucu.
Ada yang terasa seperti kaset rusak.
Dan ada juga yang benar-benar terasa seperti turntable DJ klasik.
Memulai di Adobe Audition
Setelah audio diimport, pilih bagian waveform yang ingin diberi efek.
Kalau hanya menggunakan satu file:
langsung masuk ke:
* Effects
* Time and Pitch
* Stretch and Pitch (Process)
Maka akan muncul:
* Effect - Stretch and Pitch
Menurut saya bagian Time and Pitch di Audition cukup menyenangkan untuk diutak-atik karena perubahan kecil saja kadang langsung mengubah karakter suara secara drastis.
Mengatur Pitch Bend
Pada bagian:
* Algorithm
pilih:
* Audition
Lalu:
* Initial Pitch Shift
biarkan di:
* 0
Setelah itu:
* centang Final Pitch Shift
dan turunkan nilainya sekitar:
* minus 20
* sampai minus 28 semitones
Di titik ini biasanya suara mulai terdengar seperti:
* vinyl melambat
* tape recorder kehabisan tenaga
* atau mesin musik yang dimatikan perlahan.
Dan menurut saya justru bagian preview paling seru di sini 😄
Karena kadang kita jadi mencoba:
* “kalau lebih turun gimana?”
* “kalau lebih cepat berhentinya gimana?”
* atau “kalau dibuat lebih ekstrem gimana?”
Mengatur Stretch dan Durasi
Kalau hasil efek terasa terlalu panjang:
kembali lagi ke:
* Stretch and Pitch
Lalu atur:
* Final Stretch
Bagian ini menentukan seberapa cepat efek “jatuh”-nya berlangsung.
Kadang efek pendek terasa lebih menghentak.
Tetapi efek yang sedikit lebih panjang bisa terasa lebih dramatis.
Dan menariknya, walaupun semua ini hanya manipulasi pitch dan waktu, telinga manusia langsung menangkapnya sebagai:
* rasa lelah
* kehilangan tenaga
* atau penutupan musik yang emosional.
Tentang Efek Audio dan Emosi
Menurut saya dunia audio editing memang unik.
Karena perubahan teknis kecil seperti:
* pitch turun
* tempo melambat
* atau noise tertentu
ternyata bisa mempengaruhi suasana perasaan pendengar.
Mungkin itu juga alasan kenapa efek turntable klasik masih terasa menarik sampai sekarang.
Karena suara tersebut bukan hanya efek teknis, tetapi sudah menjadi bagian dari memori budaya musik itu sendiri.
Selamat mengedit audio dan Sampurasun!
Comments
Post a Comment