Ketika Suara Selokan Ikut Masuk Rekaman
Post 38
Untuk Pengguna Adobe - Audition
Seringkali kita menghadapi masalah audio yang tidak diinginkan saat merekam, dan anehnya, noise itu kadang muncul di saat paling tidak tepat.
Misalnya:
* suara orang nyapu pakai sapu lidi
* motor lewat
* suara napas
* atau bahkan suara “BYURR” orang tercebur di selokan.
Di sinilah: 'Adobe Audition' biasanya mulai terasa seperti penyelamat dunia multimedia, karena meskipun sekarang banyak software audio lain bermunculan, Audition masih jadi salah satu andalan untuk urusan bersih-bersih suara.
Tentang Noise dan Kopi Campur Gula
Menurut saya menghilangkan noise itu kadang seperti mencoba memisahkan:
* kopi
* dan gula
yang sudah terlanjur diaduk, bisa dikurangi, tetapi hampir tidak mungkin benar-benar dipisahkan sempurna.
Dan justru di situlah menariknya dunia audio:
kadang editor suara bukan mencari hasil “steril total”, melainkan mencari:
hasil yang paling nyaman didengar telinga manusia.
Tentang Penjelasan Ilmiah yang Tidak Perlu Ditakuti
Kadang saya memang suka menyisipkan sedikit konsep:
* frekuensi
* gelombang suara
* atau proses matematis
di dalam postingan seperti ini.
Tetapi santai saja...
Itu lebih untuk menambah wawasan dan membantu penjelasan, bukan untuk membuat pusing. Karena menurut saya, orang bisa tetap jadi editor audio keren meskipun tidak hafal rumus matematika.
Yang penting:
* nyaman memakai software
* telinganya terbiasa mendengar detail
* dan menikmati proses kreatifnya.
Menyiapkan Audio di Audition
Saran saya:
buat dulu salinan file audio.
Jadi nanti ada:
* file asli
* dan file cadangan
Karena kadang proses editing audio itu seperti eksperimen laboratorium. Kalau terlalu semangat menghapus noise, ujung-ujungnya suara manusianya ikut menghilang.
Membuat Multitrack
Setelah membuka:
Adobe Audition
klik:
* Multitrack
di bagian bawah menu.
Nanti akan muncul jendela:
* New Multitrack Session
Nama sesi dan folder bebas disesuaikan saja. Yang penting menurut saya:
usahakan mikrofon menangkap kondisi lingkungan sekitar saat merekam. Karena noise yang terbaca jelas kadang justru lebih mudah dikenali saat proses noise reduction.
Sample Rate dan Bit Depth
Pada jendela yang sama:
atur:
* Sample Rate → 44100 Hz
* Bit Depth → 16 bit
lalu klik:
OK.
Dan jujur, angka-angka audio beginian kadang terlihat menyeramkan di awal. Padahal sebenarnya kurang lebih hanya mengatur: seberapa detail suara direkam.
Kurang lebih seperti:
* resolusi video
* tetapi versi suara.
Memasukkan Audio ke Track
Setelah multitrack terbentuk:
seret file audio ke track yang diinginkan.
Lalu klik dua kali pada track tersebut.
Di sinilah biasanya proses “berburu noise” dimulai.
Capture Noise Print
Klik kanan pada audio lalu pilih:
* Capture Noise Print
atau:
* Shift + P
Fitur ini menurut saya cukup menarik.
Karena software mencoba:
“mendengarkan noise”, lalu menjadikannya contoh gangguan
Kurang lebih seperti memberi tahu Audition:
“nih… yang beginian jangan diajak ikut tampil.”
Noise Reduction
Masuk ke:
* Effects
* Noise Reduction / Restoration
* Noise Reduction (Process)
atau:
* Ctrl + Shift + P
Di sini kamu bisa mengatur:
* Noise Reduction
* dan Reduce By
sesuai kebutuhan.
Tetapi hati-hati, karena kalau terlalu agresif, kadang hasil audio malah terdengar:
* robotik
* pecah
* atau seperti suara alien nelpon dari galaksi lain.
Normalize Audio
Selanjutnya klik:
* Favorites
* Normalize to -0.1 dB
Tujuannya supaya volume audio tetap aman dan tidak clipping.
Kalau diibaratkan: ini seperti menuang kopi ke gelas. Jangan terlalu penuh, tetapi juga jangan terlalu sedikit. Karena audio yang terlalu keras bisa pecah,
sementara audio terlalu kecil membuat pendengar sibuk menaikkan volume terus.
Dynamics Processing
Masuk ke:
* Effects
* Amplitude and Compression
* Dynamics Processing
Lalu pilih preset sesuai kebutuhan.
Menurut saya bagian ini seperti:
merapikan emosi suara.
Karena bagian yang terlalu keras bisa ditenangkan,
sementara bagian terlalu kecil bisa dibantu naik sedikit.
Multiband Compressor
Lanjut ke:
* Multiband Compressor
Di sini audio dibagi ke beberapa area frekuensi. Dan anehnya, fitur beginian kadang membuat kita merasa seperti operator studio radio tahun 90-an. Karena tiap frekuensi bisa terasa punya karakter sendiri.
Parametric Equalizer
Terakhir masuk ke:
* Filter and EQ
* Parametric Equalizer
Di sinilah biasanya editor audio mulai:
* mengurangi bass berlebihan
* memperjelas vokal
* atau membuat suara lebih nyaman didengar.
Dan menurut saya equalizer itu mirip:
bumbu masakan ๐๐ฅ
Sedikit perubahan kecil saja…
kadang langsung mengubah seluruh rasa audio.
Tentang Audio dan Kreativitas ๐
Menariknya lagi, dalam dunia editing audio,
kadang tidak ada pengaturan yang benar-benar mutlak.
Karena suara yang dianggap nyaman:
* bisa berbeda
* tergantung telinga
* mood
* bahkan jenis speaker
Dan mungkin itu juga alasan proses editing audio terasa menyenangkan.
Kadang kita tidak benar-benar tahu hasil akhirnya…
sampai tombol play ditekan.
Selamat mencoba, semoga sukses jadi editor audio andalan!
Sampurasun!
Comments
Post a Comment