Addictive Drums 2 dan Serunya Bermain Jam Track
Post 42
Untuk Pengguna DAW
Bermain musik di DAW kadang memang menyenangkan, apalagi kalau sudah bertemu plugin drum virtual yang suaranya mantap! Salah satu plugin yang cukup menarik untuk dicoba adalah Addictive Drums 2 dari XLN Audio.
Plugin VST yang satu ini terkenal di kalangan pengguna DAW karena kualitas suara drumnya yang realistis dan pilihan kit-nya yang cukup banyak. Pada Sonar sendiri penggunaannya juga terasa lancar dan nyaman.
Saat pertama kali membuka Addictive Drums 2, mungkin kamu akan sedikit bingung memilih kit drum yang tersedia. Banyak sekali pilihan suara yang semuanya terdengar bagus. Kadang malah jadi dilema sendiri mau memakai yang mana.
Bukan cuma soal kit drum, AD 2 juga menyediakan berbagai karakter suara drum. Dalam dunia rekaman kita sering mendengar istilah dry dan wet, nah di plugin ini kedua karakter tersebut tersedia lengkap.
Selain itu, tersedia juga nuansa ruangan yang berbeda-beda. Misalnya:
* suara drum seperti di studio,
* ruang besar seperti hall,
* suasana konser,
* dan berbagai ambience lainnya.
Jadi suara drum tidak terasa datar dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan musik.
Ukuran Besar Tapi Tetap Praktis
Ukuran berkas Addictive Drums 2 memang cukup besar, bahkan bisa mencapai sekitar 9 GB! Tapi tenang saja, XLN Audio menyediakan fitur library placer sehingga kita bisa menentukan lokasi penyimpanan sample drum.
Misalnya:
* program utama dipasang di drive C,
* sedangkan library drum disimpan di drive D.
Jadi ketika plugin dijalankan, sistem hanya akan memanggil data sample yang diperlukan dari lokasi penyimpanan tersebut. Cara ini cukup membantu agar drive sistem tidak cepat penuh.
Serunya Bermain dengan Jam Track
Saya juga sempat membuat jam track sederhana untuk bermain drum, slap bass, dan piano agar suasananya terasa lebih meriah.
Jam track bisa menjadi teman yang menyenangkan saat latihan musik. Selain sebagai pengiring, jam track juga membantu kita melatih rasa ritme dan improvisasi.
Kalau kamu bisa memainkan gitar, piano, atau instrumen harmonis lainnya meskipun hanya menghafal bentuk akor tanpa tahu nama teorinya, itu juga tidak masalah. Kadang bermain musik dengan perasaan justru terasa lebih bebas dan menyenangkan.
Coba saja memainkan groove funk sederhana sambil mengikuti jam track. Tanpa terasa kita akan belajar banyak pola ritme sambil menikmati musiknya.
Sinkronisasi MIDI dengan Addictive Drums 2
Untuk mengintegrasikan MIDI dengan instrumen AD 2, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan di antarmuka plugin.
Pertama, buka simbol tanda tanya (?) yang berada di bagian kanan atas antarmuka.
Kemudian pilih:
*Map Window*
* lalu masuk ke *MAP PRESET*
* pilih *GM*
* kemudian klik *OK*
Langkah ini membantu sinkronisasi MIDI dengan instrumen drum di AD 2.
Kalau ingin menggunakan pattern atau fill bawaan AD 2 ke linimasa DAW, buat dulu track audio kosong.
Setelah itu buka menu:
*BEATS*
Lalu aktifkan:
*Sync Tempo*
Dengan begitu tempo pattern AD 2 akan mengikuti tempo project MIDI yang sedang digunakan.
Selanjutnya tinggal memilih pattern dan fill sambil mendengarkan preview-nya di bagian bawah area sync tempo.
Kalau sudah cocok, di bagian kiri bawah terdapat tombol kecil bertuliskan:
*WAV*
Seret saja ke track audio kosong tadi lalu sejajarkan dengan MIDI di linimasa.
Langkah yang sama juga bisa digunakan jika ingin menambahkan pattern atau fill lainnya.
Sedikit Catatan
Saat menggunakan DAW selain Sonar, mungkin akan ada sedikit perbedaan tata letak menu atau cara pengoperasiannya. Namun secara umum konsep penggunaan plugin VST drum virtual tetap kurang lebih sama.
Yang penting jangan takut mencoba-coba dan bereksperimen dengan groove, pattern, maupun karakter suara drumnya.
Baik kawan-kawan, selamat bermain dengan VST dan selamat menikmati dunia drum virtual,
sampurasun!
Comments
Post a Comment